Kepuasan Kerja

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja


Kepuasan Kerja

Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepuasan hidup. Hal ini dikarenakan karena sebagian besar waktu manusia dihabiskan di tempat kerja. Setiawan (2006) berpendapat bahwa kepuasan kerja adalah suatu kondisi menyenangkan atau secara emosional positif yang berasal dari penilaian seseorang atas pekerjaannya atau pengalaman kerjanya. Lebih lanjut, Robbins dan Judge (2008)  mengungkapkan kepuasan kerja sebagai suatu perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang merupakan hasil dari sebuah evaluasi karakteristiknya. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja merupakan suatu kondisi emosional baik menyenangkan atau tidak menyenangkan yang mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya.

Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. Faktor-faktor itu sendiri dalam peranannya memberikan kepuasan kepada karyawan bergantung pada pribadi masing-masing karyawan. Faktor-faktor yang memberikan kepuasan menurut Blum dalam As’ad (1999) adalah sebagai berikut.

  • Faktor individual, antara lain umur, kesehatan, watak, dan harapan;
  • Faktor sosial, meliputi hubungan kekeluargaan, pandangan masyarakat, kesempatan bereaksi, kegiatan perserikatan pekerja, kebebasan berpolitik, dan hubungan kemasyarakatan;
  • Faktor utama dalam pekerjaan, meliputi upah, pengawasan, ketentraman kerja, kondisi kerja, dan kesempatan untuk maju.

Selanjutnya menurut Mangkunegara (2009) terdapat dua faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja, yaitu faktor yang ada pada diri pegawai dan faktor pekerjaannya. Adapaun rincian masing-masing faktor adalah sebagai berikut.

  • Faktor Pegawai, yaitu kecerdasan (IQ), kecerdasan khusus, umur, jenis kelamin, kondisi fisik, pendidikan, pengalaman kerja, masa kerja, kepribadian, emosi, cara berfikir, persepsi, dan sikap kerja.
  • Faktor Pekerjaan, yaitu jenis pekerjaan, struktur organisasi, pangkat, kedudukan, mutu pengawasan, jaminan finansial, kesempatan promosi jabatan, interaksi sosial, dan hubungan kerja.

Faktor- Faktor

Menurit Smith, et. al. yang dikutip Luthans (1998:145-146) dapat disimpulkan paling tidak terdapat 6 (enam) faktor penting yang mempengaruhi kepuasan kerja. Adapun keenam faktor tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Pekerjaan. Faktor ini menjelaskan pandangan pekerja mengenai pekerjaannya sebagai pekerjaan yang menarik. Pekerja memperoleh kesempatan untuk belajar, memperoleh peluang untuk menerima tanggung jawab serta dianggap ada dan mampu karena memiliki keterampilan. Pekerja cenderung lebih menyukai pekerjaan-pekerjaan yang memberi mereka kesempatan menggunakan keterampilan dan kemampuan mereka dan menawarkan beragam tugas, kebebasan, dan tanggapan mengenai betapa baik mereka bekerja. Adanya kesesuaian pekerjaan dengan keterampilan dan kemampuan karyawan diharapkan mampu mendorong karyawan untuk menghasilkan kinerja yang baik.
  2. Gaji dan/atau Upah. Pekerja akan melakukan perbandingan sosial dengan posisi yang sama di luar perusahaan. Jika gaji yang diberikan perusahaan lebih rendah dibandingkan dengan gaji yang berlaku di perusahaan yang sejenis dan memiliki tipe yang sama, maka dapat menimbulkan ketidakpuasan kerja karyawan terhadap gaji. Oleh karena itu gaji harus ditentukan sedemikian rupa agar kedua belah pihak merasa sama-sama diuntungkan.
  3. Jenjang Karir. Kesempatan promosi mengakibatkan pengaruh yang berbeda terhadap kepuasan kerja karena adanya perbedaan balas jasa yang diberikan. Promosi akan memberikan kesempatan untuk pertumbuhan pribadi, tanggung jawab yang lebih banyak, dan status sosial yang meningkat. Apabila promosi dibuat dengan cara yang adil diharapkan mampu memberikan kepuasan kepada karyawan.
  4. Pengawasan. Aktivitas karyawan di perusahaan sangat tergantung dari gaya kepemimpinan yang diterapkan serta situasi lingkungan di dalam perusahaan tempat mereka bekerja. Perlunya pengarahan, perhatian serta motivasi dari pemimpin diharapkan mampu memacu karyawan untuk mengerjakan pekerjaannya secara baik. Gaya kepemimpinan pada hakikatnya bertujuan untuk mendorong gairah kerja, kepuasan kerja, dan produktivitas kerja karyawan yang tinggi, agar dapat mencapai tujuan organisasi yang maksimal
  5. Rekan Kerja. Keadaan rekan kerja yang bersahabat adalah salah satu  sumber kepuasan kerja bagi pekerja secara individual. Sementara kelompok kerja dapat memberikan dukungan, nasehat atau saran, bantuan kepada sesama rekan kerja.
  6. Kondisi Kerja. Lingkungan yang bersih dan menarik akan membuat pekerjaan dengan mudah dapat ditangani. Sebaliknya, jika kondisi kerja tidak menyenangkan akan berdampak sebaliknya pula.

Referensi

As’ad, M. 1999. Psikologi Industri edisi keempat. Yogyakarta: Liberty Yogyakarta.

Luthan. 1988. Diakses pada website Jurnal SDM , pada Februari 2019.

Mangkunegara, A.P. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: PT Remaja Ros Dakarya.

Robins, SP. dan Timoty. 2008. Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba Empat.

Setiawan, Ivan dan Ghozali. 2006. Akuntansi Keperilakuan. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Vectors graphics designed by Freepik

________________________________________________________________________________

Hubungi Kami

Leave a Reply